TIPS MENGATASI SI KECIL YANG SUKA MEMUKUL

1 bulan yang lalu

Ketika si kecil yang berusia balita marah, ada beragam bentuk cara mengekspresikan kemarahannya. Ada yang tidak mau berbicara, berteriak-teriak, bergulung-gulung di lantai atau bahkan kadang dengan memukul. Jika si kecil adalah anak yang mengekspresikan kemarahannya dengan cara memukul, orangtua tidak perlu panik karena hal ini perlahan-lahan akan dapat diatasi.

Terlepas dari alasan apapun yang melatarbelakangi tindakan si kecil, orangtua sebaiknya dengan bijak menghadapinya. Tidak perlu marah atau mengeluarkan kata-kata yang keras dan mengancam. Penyebab yang membuat si kecil mengekspresikan marah dengan cara memukul bisa jadi karena hal-hal berikut:

  • Menggunakan tubuhnya sebagai media komunikasi
  • Sebagai cara untuk melindungi dirinya
  • Karena belum bisa mengendalikan amarah, jika ia sedang stress pelampiasannya bisa jadi dengan cara memukul
  • Anak memiliki temperamen emosional
  • Sebagai bentuk eksplorasi, si kecil ingin mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan
  • Perubahan dalam lingkungan, misalkan pindah ke rumah baru atau ada anggota baru dalam keluarga

Meski demikian, kebiasaan si kecil tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dikhawatirkan hal ini akan terus menjadi kebiasaan dan terbawa hingga ia beranjak besar nanti. Lakukan cara-cara berikut:

  • Kenali alasannya dan diskusikan tindakannya

Ajak si kecil berdiskusi apa yang menyebabkan ia marah dan jelaskan dengan bijak cara yang tepat

  • Ajarkan cara menggunakan tangan dengan tepat

Ajak si kecil menggunakan tangannya untuk hal-hal yang baik ketika ia sudah mulai memukul. Misalkan diajak bertepuk tangan sambal bermain atau bernyanyi.

  • Ajari meminta maaf

Ajak si kecil meminta maaf kepada teman atau siapa saja yang dipukulnya. Jelaskan bahwa itu adalah tindakan yang tidak baik.

  • Memberi konsekuensi jika mengulangi hal yang sama

Jika si kecil mengulangi perbuatannya, berilah konsekuensi. Tidak harus dengan cara mencubit, memukul. Cukup dengan membatasi jam nonton TV atau jam bermain.

Memiliki balita memang penuh dengan cerita dan menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Namun, jika tindakan memukul dirasa mengkhawatirkan, orangtua dapat mendiskusikan dengan psikolog anak untuk mendapatkan saran lebih lanjut ya.