INI DIA BAHAYA PEWARNA TEKSTIL PADA JAJANAN ANAK

1 bulan yang lalu

Warna-warna yang menarik pada jajanan anak adalah salah satu cara agar si kecil melirik dan tertarik untuk mencobanya. Meski bentuk dan warnanya yang cantik menarik, perlu diwaspadai apakah zat pewarna yang digunakan aman untuk tubuh?


Pewarna makanan terbagi menjadi dua, yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis atau kimia. Pewarna alami terbuat dari bahan alami, seperti tumbuhan, hewan, dan mineral, sedangkan pewarna sintetis terbuat dari campuran dua atau lebih bahan atau zat kimia. 


Beberapa contoh pewarna alami yang aman digunakan menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia di antaranya adalah: kurkumin, klorofit, merah bit, karotenoid dan beberapa jenis lainnya. Sedangkan pewarna sintetis boleh digunakan dengan jumlah yang terbatas. Meskipun BPOM sudah memiliki ketentuan tentang zat pewarna yang aman untuk makanan, namun masih saja ada pewarna bukan untuk makanan yang dicampurkan ke dalam bahan makanan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab.


Salah satu zat pewarna tekstil yang sering digunakan adalah Rhodamin B. 

  • Bahan ini sering digunakan sebagai pewarna makanan karena harganya relatif lebih murah daripada pewarna sintetis untuk pangan, warna yang dihasilkan lebih menarik dan tingkat stabilitas warnanya lebih baik daripada pewarna alami. 
  • Rhodamin B sering disalahgunakan pada pembuatan kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman, dan lain-lain.
  • Bagaimana cara mengenali makanan yang menggunakan Rhodamin B? Umumnya warna makanan lebih cerah dan mengkilap, bila dikonsumsi makanan terasa agak pahit, tenggorokan terasa gatal atau tidak nyaman usai mengonsumsi makanan dengan pewarna buatan.
  • Dilansir dari Badan POM, pada umumnya bahaya akibat pengonsumsian rhodamin B akan muncul jika zat warna ini dikonsumsi dalam jangka panjang. Konsumsi rhodamin B dalam jangka panjang dapat terakumulasi di dalam tubuh dan dapat menyebabkan gejala pembesaran hati dan ginjal, gangguan fungsi hati, kerusakan hati, gangguan fisiologis tubuh, atau bahkan bisa menyebabkan timbulnya kanker hati.


Agar si kecil terhindar dari bahaya zat pewarna tekstil yang terdapat pada makanan, penting bagi orangtua dan keluarga untuk tidak membiarkan si kecil jajan sembarangan. 

Terlebih dahulu membaca label makanan dan mengetahui apakah terkandung zat berbahaya pada makanan tersebut, umumnya hal ini akan tercantum pada label makanan beserta jenis pewarnanya. 

Mengingat efek yang ditimbulkan dalam jangka panjang, mengonsumsi makanan rumah adalah hal paling aman bagi si kecil. Gunakan pewarna alami jika ingin membuat jajanan anak dengan warna cantik dan menarik.