CEDERA OLAHRAGA YANG SERING TERJADI DAN CARA MENGATASINYA

3 bulan yang lalu

Cedera olahraga tidak hanya disebabkan karena kecelakaan yang terjadi ketika sedang berolahraga, tetapi bisa juga terjadi akibat tidak melakukan pemanasan atau peregangan yang benar sebelum mulai berolahraga. Pernahkah kamu mengalami cedera ketika berolahraga?

Cedera dikelompokkan menjadi dua macam:

  • Cedera ringan

Dikategorikan cedera ringan jika tidak ada kerusakan pada jaringan tubuh. Contoh: kekakuan otot, lelah otot yang akan sembuh dengan sendirinya tidak perlu penanganan khusus.

  • Cedera berat

Dikategorikan cedera berat jika terjadi kerusakan jaringan tubuh seperti otot atau ligamen robek, hingga patah tulang. 

Cedera olahraga yang sering dialami dan harus diwaspadai adalah: keseleo, cedera engkel, nyeri tulang kering, cedera siku, cedera bahu, fraktur atau patah tulang, gegar otak, cedera lutut, cedera sendi pinggul, cedera punggung.

Agar risiko cedera olahraga dapat diminimalisir, penting untuk melakukan pemanasan dan peregangan sebelum mulai berolahraga. Apa beda pemanasan dan peregangan? Pemanasan bertujuan meningkatkan suhu tubuh sebelum berolahraga sehingga tubuh akan mulai beradaptasi dengan peningkatan intensitas gerakan yang akan dilakukan. Sedangkan peregangan/stretching bertujuan untuk melemaskan otot dengan membuatnya berkontraksi.

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami cedera otot dan cedera sendi ketika berolahraga?

Supaya mudah diingat, pertolongan pertama yang harus dilakukan disingkat dengan PRICE merupakan singkatan dari Protection, Rest, Ice, Compression, dan Elevation. Yuk, kita ulas satu per satu!

  1. PROTECTION = Lindungi korban dari hal-hal yang berpotensi memperburuk keadaan. Minimalisir pergerakan jika hendak memindahkan korban.
  2. REST = Hentikan aktivitas segera mungkin ketika tubuh merasa nyeri, karena rasa nyeri adalah pertanda telah terjadi kerusakan pada bagian tertentu. Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera bertujuan untuk menghentikan luka menjadi lebih parah yang akan menghambat pemulihan.
  3. ICE = Tempelkan kompres es pada area yang cedera, lapisi es dengan handuk atau kain. Kompres es pada area cedera berguna untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada jaringan yang rusak.
  4. COMPRESSION = Memberi sedikit tekanan yang merata pada bagian yang mengalami cedera menggunakan elastic bandage. Pembalutan dimulai dari arah yang jauh dari luka (bawah luka) menuju ke arah yg mendekati jantung (atas luka).
  5. ELEVATION = Mengangkat bagian yang cedera. Elevasi menggunakan gravitasi utk mengalirkan cairan/darah menjauh dari lokasi cedera utk mengurangi bengkak dan nyeri.

Lakukan langkah-langkah tersebut sebagai pertolongan pertama ketika kamu mengalami cedera ketika berolahraga, jika cedera yang dialami termasuk dalam kategori berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis agar cedera yang dialami dapat segera teratasi.