SERING MOODY, WASPADA BIPOLAR DISORDER!

4 bulan yang lalu

Suasana hati alias mood berpengaruh pada produktivitas sehari-hari. Banyak di antara kita yang mudah mengalami perubahan suasana hati akibat terbawa oleh kondisi sekitar. Suasana hati yang sedang tidak ‘in the mood’ membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi dan malas sehingga akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari. 


Perlu diwaspadai jika perubahan suasana hati ini menjadi hal yang mengganggu. Pernahkah kamu mendengar istilah bipolar disorder? Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan yang drastis pada suasana hati. Penderita gangguan ini bisa merasa sangat bahagia kemudian tiba-tiba berubah menjadi sangat sedih. 


Lalu apa beda ‘bipolar disorder’ dan ‘moody’? Pembedanya adalah perubahan suasana hati yang begitu cepat. Seseorang yang mengalami gangguan bipolar dapat mengalami kesenangan namun dapat pula berganti menjadi kesedihan yang berlarut-larut secara tiba-tiba.


Bagaimana tanda-tanda seseorang mengalami gangguan bipolar? Seseorang yang mengalami gangguan bipolar akan mengalami rasa emosional yang hebat pada periode tertentu, dikenal dengan sebutan episode mood. Pada periode tersebut, ia bisa terlihat terlalu bahagia dan bersemangat (episode mania) lalu kemudian menunjukkan suatu bentuk kesedihan yang ekstrem dan kehilangan kemauan (episode depresi). Selain hal tersebut, ia menjadi mudah tersinggung, sulit berkonsetrasi, mengalami perubahan pola makan secara drastis dan susah tidur.


Dampak yang paling fatal bagi penderita gangguan bipolar adalah pada episode depresi. Pada episode ini terdapat risiko bunuh diri atau tindakan ekstrim lain yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya sendiri dan orang lain di sekitar. 


Metode pengobatan yang dapat dilakukan berupa pemberian obat-obatan dan psikoterapi. Jenis obat yang digunakan dalam mengatasi gangguan bipolar jenisnya pun dapat berbeda-beda, tergantung bagaimana kondisi penderita tersebut dan gejala yang dialaminya saat itu. 


Jika penderita sudah tidak mengalami gejala-gejala bipolar, sebaiknya hentikan pemakaian obat-obatan itu. Lakukan konsultasi kepada dokter terkait hal tersebut. Karena sering terjadi penderita dengan gangguan bipolar tetap minum obat meski sudah tidak memiliki gejala, akibatnya mereka mengalami ketergantungan obat.


Hingga saat ini penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan sekitar dan gaya hidup juga dapat menjadi penyebab. Tidak hanya obat-obatan, dukungan positif dan kehangatan dari teman, keluarga dan orang-orang terdekat adalah salah satu cara yang tepat untuk menjadi penyembuh gangguan bipolar.