KENALI MANFAAT RUTIN DONOR DARAH!

4 bulan yang lalu

Mendonorkan darah bagi sesama adalah tindakan mulia yang patut diteladani. Meski demikian, tidak semua orang bersedia untuk menjadi pendonor. Alasan yang sering ialah karena takut proses penyadapan darah akan menimbulkan rasa sakit serta efek negatif pasca proses donor tersebut. Apakah memang benar demikian? Yuk, simak faktanya!


Tidak semua orang dapat mendonorkan darahnya, sebab ada persyaratan yang harus dipenuhi dan akan dicek oleh petugas PMI sebelum kamu dinyatakan boleh menjadi pendonor.

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Rentang usia 17 – 65 tahun
  3. Berat badan minimal 45 kg
  4. Tekanan darah sistole = 100 – 170 dan diastole = 70 – 100
  5. Kadar haemoglobin (Hb) pria = 12,5, perempuan = 12
  6. Interval dengan donor sebelumnya minimal 3 bulan 


Setiap orang mengalami efek yang berbeda pasca donor darah. Umumnya efek yang dialami termasuk dalam kategori ringan, sehingga kamu tidak perlu khawatir ya.

  1. Memar dan nyeri pada lokasi penyuntikan jarum. Efek ini merupakan hal yang wajar dan akan hilang dengan sendirinya setelah 1 minggu.
  2. Pendarahan kecil bisa terjadi pada tempat jarum ditusukkan. Oleh karena itu, setelah menjalani donor darah, lokasi suntikan akan diperban atau diplester. Untuk mencegah pendarahan ini, buka perban atau plester tersebut s4 jam setelah mendonorkan darah
  3. Lemas dan pusing. Hal ini wajar karena setelah mendonorkan darah, tubuhmu akan mengalami penurunan tekanan darah untuk sementara. Beristirahatlah dulu 15 menit setelah selesai penyadapan darah sambil mengonsumsi makanan ringan yang disediakan. Tunggu hingga kondisi membaik dan kamu siap untuk kembali beraktivitas.


Banyak orang hanya memahami bahwa mendonorkan darah adalah salah satu bentuk berbagi dengan sesama saja, tahukah kamu bahwa menjadi pendonor darah secara rutin juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita.

  • Menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah 

Donor darah bisa mengurangi risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah, sehingga membuat aliran darah di dalam tubuh menjadi lebih lancar dan jantung berdetak dengan lebih teratur dan stabil. 


  • Terhindar dari risiko kanker, stroke, serangan jantung 

Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang rajin mendonorkan darah berisiko lebih rendah untuk terkena berbagai penyakit, seperti serangan jantung, kanker, dan stroke. Selain itu, rutin donor darah juga diduga dapat membuat kadar zat besi dalam darah menjadi stabil.


  • Mengurangi jumlah kolesterol jahat 

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan mendonorkan darah bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL dan trigliserida) dalam darah. Dengan demikian, risiko terbentuknya plak atau sumbatan di pembuluh darah bisa berkurang, sehingga aliran darah dan fungsi organ bisa berjalan lancar.


  • Meningkatkan produksi sel darah merah

Untuk mengganti jumlah darah yang hilang, sumsum tulang akan menghasilkan sel-sel darah merah disertai hemoglobin yang baru dan sehat. Proses ini berlangsung beberapa minggu. Setelah tubuhmu memperoleh sel-sel darah merah baru, darah akan mengangkut oksigen dengan lebih efektif sehingga tubuh menjadi lebih bugar dan sehat.


  • Membantu mendeteksi dini penyakit tertentu 

Pemeriksaan atau skrining secara gratis untuk mendeteksi penyakit serius, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa darah yang  kamu sumbangkan aman untuk digunakan sebagai transfusi darah.


Bagaimana, apakah kamu sudah siap untuk mendonorkan darah?