Waspadai Penyakit yang Bisa Memicu Serangan Jantung!

Serangan jantung kini tak mengenal usia. Muda atau pun tua, semua memiliki risiko yang sama. Masih ingat kasus serangan jantung yang dialami oleh komika Dodit Mulyanto? Berita itu sempat mengejutkan publik, mengingat usia pemuda asli Blitar itu masih 29 tahun saat peristiwa itu terjadi. Selain gaya hidup tidak sehat, serangan jantung sebetulnya juga bisa dipicu oleh beberapa penyakit lho, Healthy People.

1. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan silent killer yang bisa membunuh orang secara perlahan. Karena semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi pula risiko serangan jantung. Menurut pengamatan dr. Gordon A. Ewy, MD, kepala emeritus University of Arizona Sarver Heart Center, risiko serangan jantung bisa dimulai pada tekanan 115/70 mmHg.

Oleh karena itu, Gordon selalu menganjurkan agar pasiennya rutin mengukur tekanan darah di rumah. Pengecekan itu bisa dilakukan setiap hari dengan alat tensi digital yang sekarang banyak dijual di apotek.

2. Diabetes

Dr. William Bornstein, MD, seorang ahli endokrinologi di klinik Emory, menyebut serangan jantung dan stroke sebagai penyebab kematian nomor satu di kalangan penderita diabetes. Penyakit ini dapat memicu penumpukan gula di arteri yang bisa memperbesar risiko serangan jantung. William juga mengatakan penderita diabetes memiliki risiko penyakit jantung dua sampai empat kali lebih tinggi dibanding orang yang tidak menderita diabetes.

Bila Healthy People mempunyai riwayat keluarga dengan diabetes, sebaiknya lakukanlah konsultasi dengan dokter untuk mencari solusi terbaik. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

3. Kolesterol tinggi

Selain diproduksi secara alami di hati, kolesterol juga bisa diperoleh dari makanan. Namun, kadar LDL (kolesterol jahat) yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menciptakan plak di dinding arteri. Hal itu bisa menghambat aliran darah ke jantung, otak, ginjal dan bagian tubuh yang lain sehingga risiko serangan jantung meningkat.

Untuk menurunkan kadar LDL dalam darah, dr. Thomas Pearson, MD, PhD, ahli medis dari University of Rochester Medical Center, menyarankan olahraga sebagai solusi terbaik. Aktivitas fisik bisa meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) yang mampu mengurangi efek negatif dari LDL.

Sehat itu sederhana, asal Healthy People mau meluangkan waktu untuk berolahraga. Cukup  dengan latihan mudah seperti berlari, berjalan, bersepeda, atau aktivitas fisik lainnya yang bisa membuat tubuh tetap aktif.

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC