Sudah Cukupkah Olahraga Kita?

Berolahraga satu dari tiga syarat penting agar menjadi bugar. Namun seberapakah olahraga yang menyehatkan itu? Karena bukan semata berkeringat maka menjadi sehat. Perlu cara dan takaran tertentu sehingga memberi maslahat. Bagaimana kita mengukur olahraga yang kita jalani sudah membuahkan manfaat, kita membahasnya di sini.
Semua orang yang fisik, selain jiwanya bugar, mengaku rutin berolahraga. Bukan asal berolahraga, melainkan yang terukur dan benar di penglihatan medis. Seperti apakah, mungkin belum tentu kita sudah tepat melakukannya.
 

Bukan cari keringat
Satu hal yang lazim kita dengar, bahwa berolahraga atau bergerak badan itu untuk mencari keringat. Sejatinya bukan hanya keringat yang kita cari. Ketika kita melakukan aktivitas fisik, apakah dalam bentuk berolahraga, atau sekadar bergerak badan (exercise) yang kita kejar yakni seberapa besar bisa meningkatkan debaran jantung. Itu yang kita maksudkan dengan aerobic.
Tak soal apakah berkeringat atau tidak sewaktu beraktivitas fisik, selama detak jantungnya mencapai zona aerobic, maka itu yang menyumbangkan manfaat bagi kebugaran tubuh. Berapa detak jantung yang menunjukkan bahwa aktivitas fisik kita sudah memasuki zona aerobic?
Kita bisa menghitungnya dengan formula apabila detak jantung sudah mencapai sekurang-kurangnya 60 persen dari (220-umur) debar jantung per menit, berarti tubuh sudah memasuki zona aerobic. Idealnya bisa mencapai 80 persennya. Untuk mereka yang berumur 50 tahun, aerobic tercapai bila detak jantungnya sudah 60% dari (220-50) atau 102 detak/menit. Kurang dari itu belum aerobic, kendati peluh sudah bercucuran.
Olahraga pilihan boleh sesukanya, sesuai dengan selera dan kemampuan. Lebih baik kita bukan memilih olahraga yang kompetitif, karena tujuan yang ingin dicapai hanya aerobic bukan prestasi. Bagi yang punya masalah dengan fisik atau mengidap penyakit menahun, perlu minta konsultasi dokter untuk memilihkan jenis dan bentuk aktkvitas fisik yang sesuai.
Bagi yang bermasalah dengan tulang punggung lebih tepat memilih berenang. Bagi yang lututnya bermasalah, lebih tepat bersepeda dan senam kebugaran bagi yang mengidap penyakt jantung, darah tinggi, atau kencing manis, serta penyakit berat lainnya.
 

Brisk walking
Prinsip bergerak badan untuk kebugaran tepatnya yang low impact. Terlebih bagi yang sudah paruh baya, karena tujuannya aerobic. Dan untuk mencapai aerobic, tak perlu memilih olahraga atau bergerak badan yang high impact. Satu di antara yang low impact ialah berjalan kaki tergopoh-gopoh atau brisk walking (endurance walking, aerobic walking) sebagaimana diproklamasikan oleh Copper, penggagas Aerobic.
Tak perlu olahraga yang berat, cukup berjalan kaki asal dilakukan dengan bergegas, sedikitnya dengan laju 6 Km/jam, atau 100 meter/menit, target aerobic tercapai, dilakukan secara rutin. Maka tak perlu lagi jogging, apalagi berlari.
Jogging dan berlari membebani lutut dan pinggang, sedangkan hasilnya tidak lebih aerobic dari berjalan kaki tergopoh-gopoh. Mereka yang lutut dan atau pinggangnya sudah bermasalah berisiko jadi memburuk kalau memilih jogging atau berlari, dan justru malah aman bila hanya brisk walking. Ketika kita memilih jenis olahraga tersebut yang perlu diperhatikan pemilihan alas kaki yang empuk.
Kekeliruan tersering, olahraga atau bergerak badan alih-alih memilih alas kaki yang empuk, malah acap tak beralas kaki dengan alasan supaya memberi efek refleksi pada telapak kaki. Pandangan itu keliru di mata medis karena malah bisa berakibat radang saraf telapak kaki akibat telapak kaki tertekan memikul beban seberat tubuh.
Prinsip lain dalam berolahraga tidak boleh berlebihan. Tidak berlaku rumus makin banyak makin baik, justru sebaliknya malah merusak. Kita menyebutnya sebagai efek overtraining yang bikin radikal bebas (free radical) membanjir dalam tubuh. Maka cukupkan saja sampai aerobic tercapai.
Paling ideal apa pun pilihan bergerak badannya, rutin tiap hari berjalan kaki 40-50 menit, dengan target aerobic. Sehari jeda untuk recovery. Hanya melakukan sesekali saja dalam seminggu, walau dengan intensitas besar dan durasi berjam-jam alih-alih menyehatkan justru merusak badan.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC