Seberapa ramping kah yang baik bagi tubuh?

Ramping merupakan persepsi tubuh yang indah di abad ini. Setengah abad yang lalu yang disebut tubuh indah adalah sangat kurus. Sementara, sepuluh tahun sebelum era tersebut, tubuh indah adalah sintal seperti yang dimiliki oleh artis Marilyn Monroe. Jika persepsi ramping adalah cantik tanpa mengindahkan kesehatan, akibatnya dapat merugikan tubuh. Di bidang kesehatan, ramping juga mempunyai arti sehat tetapi seberapa ramping kah yang baik bagi tubuh?
Untuk menetukan ramping tidaknya seseorang, kriteria yang sering digunakan adalah indeks massa tubuh (IMT). Indeks massa tubuh ini membandingkan berat badan terhadap tinggi badan dewasa sehat tanpa membedakan laki-laki atau perempuan. Cara menghitungnya yaitu: berat badan (kg) / tinggi badan (m)2. Disebut berat badan kurang jika IMT < 18,5 kg/m2, berat badan normal jika IMT 18,5 – 22,9 kg/m2, dan berat badan lebih jika IMT >23 kg/m2, serta obesitas jika IMT > 25 kg/m2. Misalnya seseorang mempunyai berat badan 70 kg dan tinggi badan 1,75 m, maka IMT-nya adalah 70 kg / (1.75 m2) = 70 / 3.06 = 22.9
Sebagai catatan, IMT tidak direkomendasikan untuk digunakan bagi kelompok atlet, karena IMT tidak membedakan komposisi tubuh. Atlet yang mempunyai berat badan lebih dengan komposisi tubuhnya tinggi otot, tidak termasuk dalam bermasalah berat badan.
Arti kesehatan dari kriteria IMT adalah: berat badan kurang mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit infeksi dibandingkan kelompok berat badan lain. Sebaliknya, berat badan lebih bahkan obesitas mempunyai risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit degeneratif, misalnya diabetes, kolesterol/trigliserida darah meningkat, asam urat darah meningkat, radang sendi, penyakit jantung dan lain-lain. Untuk menghindari risiko gangguan kesehatan tersebut, idealnya berat badan dipertahankan dalam batas normal. Berat badan merupakan hasil jangka panjang dari keseimbangan antara makanan yang diasup dan energi yang dikeluarkan dari aktifitas fisik. Sehingga untuk mempertahankan berat badan dalam batas normal, kedua hal tersebut perlu diatur dengan baik. Jika bertujuan menurunkan berat badan, maka asupan makan sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan meningkatkan aktifitas fisik. Jika bertujuan sebaliknya, yaitu meningkatkan berat badan, maka asupan makan harus diingkatkan sambil memperhatikan seberapa berat aktifitas fisik yang dilakukan sehari-hari. Jika usaha meningkatkan asupan dan mengatur aktifitas fisik telah dilakukan, sementara berat badan tidak kunjung naik, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui apakah tubuh menyembunyikan penyakit?

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC