Mengenal Macam-Macam Makanan Organik

Kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat belakangan mulai santer digalakkan, seperti mulai mengonsumsi makanan organik. Tidak sedikit ahli kesehatan yang menganggap makanan organik menyehatkan. Salah satunya terangkum dalam situs alodokter. Dalam situs ini dijelaskan, makanan organik diklaim tidak mengandung pestisida berbahan kimia sintetis.

Jenis pestisida kimiawi ini kerap ditemukan dalam pertanian konvensional. Manfaatnya memang cukup ampuh membasmi jamur, hama dan serangga. Namun, dampaknya juga tak kalah besar. Pestisida akan meninggalkan residu yang menempel pada sayuran dan buah-buahan. Namun, hal ini dikhawatirkan menimbulkan risiko saat dikonsumsi. Bahkan, menurut Balai Penelitian dan Pengembangan, Kemenpan RI, sejak tahun 1960-an dampak buruk penggunaan pestisida kimiawi telah membuat tanah tak lagi subur. Selain itu lahan pertanian dan lingkungan juga menjadi rusak.

Lantas sebagai solusi mulailah digagas metode pertanian organik yang tak lagi menggunakan pestisida kimiawi, termasuk pupuk sintesis, herbisida, limbah lumpur, bioteknologi, atau radiasi ion. Sebagai gantinya, petani organik menggunakan predator alami atau perangkap serangga untuk memberantas hama dan serangga. Selanjutnya produk hasil panen metode pertanian ini akan diberikan label ‘organik’ sesuai standar dan sertifikasi dari Badan Standardisasi Nasional.

Secara lebih lengkap, berikut macam-macam makanan organik yang sudah bisa dikenali untuk menunjang gaya hidup sehat.

1. Susu

Seperti diketahui, susu punya manfaat yang besar bagi tubuh. Dengan memilih susu organik, tubuh bisa mendapatkan nutrisi yang lebih berlimpah. Adapun hewan ternak, dalam hal ini sapi, yang menghasilkan susu organik akan diperlakukan istimewa. Selama hidupnya, sapi tersebut diberi pakan organik secara ekslusif. Selain itu, sapi juga tidak diinjeksikan dengan antibiotik.

Guna menjaga sapi tetap sehat, para pemerah susu organik akan senantiasa menjaga kebersihan kandang dan mengupayakan hewan ternak tersebut tidak sampai stres. Keunggulan lain dari susu organik menurut situs allwomenstalk punya kadar omega-3 hingga 68% lebih tinggi dari susu biasa. Sementara menurut David Kiefer, MD dari WebMD Foundation, salah satu fungsi omega-3 ini dapat membantu meningkatkan daya ingat dan mencegah pikun dini.

2. Buah

Buah-buahan seperti apel, stroberi madu dan buah peach merupakan jenis makanan organik terbaik yang perlu dikonsumsi. Terlebih untuk apel. Sebab, apel non-organik selama budi dayanya disemprot pestisida antara 16 kali hingga 30 kali menurut Soil Association. Hal ini tentu sangat membahayakan bila dikonsumsi, sebab residunya dapat terakumulasi dalam darah.

Selain itu, karena tidak menggunakan pestisida dan bahan tambahan lain, tampilan buah-buahan organik mungkin tidak semenarik buah-buahan konvensional. Misalnya saja, warnanya tidak begitu cerah dan ukurannya juga tidak begitu besar.

3. Sayur

Sama halnya dengan buah-buahan organik, sayuran organik juga dibudiyakan khusus lewat pertanian organik. Ketiadaan pestisida dalam budidayanya mungkin akan membuat sayuran organik berlubang karena dimakan serangga. Namun, menurut helpguide.org ini adalah hal yang wajar. Sebab, hadirnya serangga seperti ulat yang memakan daun pada tanaman sayuran juga menjadi indikasi jika sayuran tersebut bergizi tinggi dan bebas pestisida kimiawi. Beberapa sayuran organik yang baik untuk dikonsumsi adalah paprika, seledri, bayam, kentang dan buncis.

4. Telur

Telur organik bermanfaat baik bagi kesehatan jantung. Selain itu, dibandingkan dengan makanan organik lain, telur organik juga relatif lebih terjangkau. Sama dengan sapi yang memproduksi susu organik, ayam yang menghasilkan telur organik juga mendapatkan perlakukan khusus. Para peternak hanya memberikan sayuran organik sebagai bahan pakannya. Selain itu ayam-ayam tersebut juga tidak diberikan hormon tambahan maupun antibiotik. Hasil kandungan nutrisi yang tersimpan pada telur pun menjadi lebih tinggi.

5. Udang

Selain di lahan pertanian atau peternakan, metode pertanian organik juga mulai diaplikasikan untuk budidaya hasil laut, seperti udang organik. Sekali pun begitu, budidaya udang organik tidaklah mudah. Para pembudidaya harus memastikan air tersebut bebas polusi beragam zat kimia berbahaya yang terkandung dalam air. Selain itu, pakannya juga dibuat khusus dari beragam bahan makanan organik, seperti sayuran organik untuk pelet.

6. Daging

Sapi yang dikembangbiakkan secara organik baik yang diambil dagingnya maupun susunya sebenarnya mendapatkan perlakukan yang sama. Hewan ternak tersebut hanya diberikan pakan organik, tidak diberikan hormon pertumbuhan maupun antibiotik. Hasilnya, daging sapi yang dijual pun lebih kaya nutrisi yang lebih baik daripada daging sapi yang diperoleh dari budidaya konvensional.

Nah, selain makanan-makanan tersebut, sebenarnya juga masih ada makanan organik lain yang kini juga terus dikembangkan, seperti kopi dan juga beras organik. Secara metodenya sama, yaitu menerapkan metode pertanian organik. Begitu juga dengan proses penjualan. Makanan-makanan organik akan diberikan label ‘organik’ khusus guna membedakannya dengan makanan anorganik.

Label itu pun juga tidak diberikan sembarangan, namun oleh otoritas khusus, seperti KAN (Komite Akreditasi Nasional) dan diakui OKPO (Otoritas  Kompeten  Pangan  Organik). Lembaga tersebut antara lain, BIOcert (Bogor), INOFIC (Bogor), Sucofindo (Jakarta), LeSOS, Mutu Agung (Depok), PT Persada (Yogyakarta) dan LSO Sumbar (Padang).

Dengan proses budidaya yang ekstra khusus, maka wajar jika pada akhirnya harga makanan organik jauh lebih mahal. Namun, kembali lagi, jika sudah berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat, bisa jadi pertimbangan tersebut tak lagi jadi persoalan. So, think smart for a healthy life!

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC