Memahami Stres dan Gejalanya

Setiap orang sudah pasti akan mengalami stres. Besar kecil, tua muda, lelaki perempuan, semua tak terbebas dari stressor. Stressor bagian dari perjalanan hidup yang tak terelakkan. Namun tidak semua yang dirundung stressor tentu akan jatuh stres. Hanya apabila ketahanan jiwanya kokoh, orang tidak harus jatuh stres. Stres perlu kita kenali agar kita bisa mewaspadainya.
Dua stressor dengan bobot yang sama pada dua orang berbeda belum tentu memiliki dampak yang sama. Stressor yang ringan saja bagi seseorang bisa dirasakan berat, tapi tidak bagi yang lain. Maka yang merasakan stressornya sebagai sesuatu yang berat saja yang akan jatuh stres.
 

Malstress
Kita mengenal empat stressor dalam hidup yaitu tekanan, frustrasi, konflik dan krisis. Bisa hanya satu dari keempatnya yang mendera suatu saat dapat pula kita mengalami sekaligus keempatnya. Stressor dapat berlangsung sejenak dapat juga untuk waktu lama.
Stressor sebetulnya akan mematangkan jiwa kita, menyadari bahwa hidup tidaklah sederhana. Semakin dilatih jiwa kita sejak usia kanak-kanak maka makin tangguh ketahanan jiwa seseorang. Bila sejak kecil anak sudah terbiasa merasakan kecewa, sedih, galau, dan gundah maka jiwanya akan tahan banting. Memutuskan untuk mengabulkan setiap permintaan anak tidak membuat jiwanya tangguh.
Dalam hidup stressor bisa datang berulang dan berkali-kali. Stressor yang sama yang berlangsung untuk waktu lama itu yang tergolong jahat karena membawa seseorang untuk jatuh stres (malstress).
Jatuh stres terjadi apabila orang gagal beradaptasi dengan kondisi menghadapi stressornya. Kegagalan beradaptasi inilah yang mengganggu kondisi fisiknya maka gejalanya antara lain keluhan fisik sebagai cermin penderitaan jiwanya. Kita menyebutnya gangguan psychosomatic.
 

Semua pemeriksaan fisik normal
Orang stres itu cenderung memiliki banyak keluhan dan gangguan. Orang yang stress merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya seperti sering mual, sakit kepala, kesemutan, berkeringat dingin dan jantungnya sering berdebar. Mereka sering datang mengunjungi dokter dan berpindah-pindah dokter namun tak kunjung puas ihwal keluhannya. Mereka benci kalau dokternya bilang mereka tidak sakit karena mereka sungguh merasakan itu semua.
Pemeriksaan pada orang yang sudah jatuh stres, tidak menunjukkan ada kelainan apa pun. Hasil laboratorium mengindikasikan normal begitu juga dengan jantung, lambung atau scan otaknya. Walau sudah dinyatakan tidak ada penyakit apa pun, orang stres masih tak yakin karena keluhan itu betul dirasakannya.
Obat untuk orang stres adalah menenangkan diri sehingga membuat jiwa lebih tenang. Pil penenang baru akan diberikan jika orang sudah tak mampu mengatasinya sendiri. Namun pasien tidak boleh bergantung obat penenang terus-menerus. Obat berangsur dikurangi sebelum dihentikan sama sekali, sambil mencoba berdamai dengan stressornya.
 

Menenangkan jiwa
Kegiatan spiritual seperti meditasi, yoga, transcendental meditation, bermanfaat menenangkan jiwa. Hanya apabila jiwa menjadi tenang semua keluhan yang dirasakan akan reda, lalu hilang. Tak perlu obat maag, obat sakit kepala, obat jantung berdebar atau obat buat telapak tangan berkeringat. Hanya dengan membuat jiwa jadi tenang saja, semua keluhan itu lenyap dengan sendirinya.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC