Kualitas Tidur dan Olahraga

Sudah lama olahraga dimanfaatkan untuk memetik tidur yang menyehatkan. Olahraga dilihat sebagai resep bukan obat buat mendapat tidur yang lelap. Mereka yang mengabaikan berolahraga tanpa disadari sedang menghadapi kasus susah tidur. Pil tidur tidak menyelesaikan masalah, lantaran musababnya pada pola kebiasaan tubuh yang kelewat banyak diam (sedentary lifestyle).

SUSAH tidur makin banyak dikeluhkan orang sekarang. Persoalan hidup, selain kondisi badan yang buruk, penyebab terbesarnya. Keletihan bukan hanya fisik, letih jiwa pun bikin susah tidur. Ada yang jatuh tidurnya tak mudah, selain yang sudah tertidur namun mudah terbangun lagi. Sejatinya tidur berkualitas menentukan kinerja dan performance kita.

 

Tidur bukan cuma durasinya

Tidur yang berkualitas tidak ditentukan dari lamanya kita tidur. Ada orang yang sudah tidur lebih dari 8 jam, ketika bangun merasa masih ngantuk. Pada siangnya hari meresa lesu, uring-uringan, dan bad temper. Hal itu bisa disebabkan oleh tidur yang tidak berkualitas.

Sebaliknya ada orang yang setiap malam cuma tidur 4 jam, tapi bangun paginya merasa bugar dan kyinerjanya prima. Jadi sebetulnya bukan masalah durasi yang utama, melainkan apakah tidur memasuki fase tidur yang lelap.

Ketika tidur pada malam hari, kita melewati beberapa fase tidur yaitu fase tidur lelap atau biasa kita sebut REM (rapid eye movement) selain itu ada fase tidur non-REM. Kedua fase tidur itu muncul silih berganti. Tidur yang berkualitas memasuki empat-lima kali fase tidur REM. Jika fase tidur REM berkecukupan maka ketika kita bangun tidur akan terasa bugar.

Perhatikan kalau anak sedang tidur. Saat kelopak matanya berkedut-kedut itulah saat tidurnya menuju tidur yang lelap. Pada saat itu mimpi berlangsung dan tidur sukar tergugah. Bunyi dan suara tidak membuat tidur selama fase REM mudah terjaga. Sebaliknya tidur yang dalam fase non-REM mudah terbangun.

Orang yang tidurnya tidak memasuki atau kurang fase REM selain mudah terbangun, sewaktu bangun pagi dan siangnya badan tidak bugar. Lesu, banyak melakukan kesalahan kerja, gampang tersinggung, dan uring-uringan adalah ekses dari tidur yang tak berkualitas.

 

Butuh berolah fisik

Kodrat tubuh kita perlu terus bergerak, bukan berdiam diri. Olahraga merupakan sebuah kegiatan yang amat berguna untuk menjaga kesehatan tubuh dan kebugaran. Ketika kita melakukan pekerjaan rumah sendiri maka kita membuat badan kita bergerak. Melakukan semua pekerjaan domestik sendiri juga bentuk olah fisik. Tak harus berolahraga, sekadar menyapu, mencuci piring, menyetrika, dan suami menyemir sepatu serta mencuci mobil, meraih dua manfaat. Badan jadi bugar tanpa perlu menggaji pembantu. Darah deras mengalir, kulit pipi merah merona, berat badan berkurang. Melakukan pekerjaan rumah sendiri solusi mereka yang tak punya waktu fitness.

Untuk mencapai aerobik, cukup berolah fisik dengan berjalan kaki. Bukan sekadar jalan kaki, melainkan jalan kaki tergopoh-gopoh (brisk walking). Kalau sedikitnya 40 menit setiap hari, dilakukan 6 kali seminggu, niscaya bikin badan dan jiwa jadi bugar. Satu kelebihan yang terpetik lainnya, membuat tidur kian pulas.

Efek berolah fisik bukan saja pada otot, sendi, tulang, dan menderaskan aliran darah, sehingga kerja jantung dan paru optimal, semua organ tubuh menjadi total bekerja, dan jiwa pun terhindar dari gundah. Olah fisik ikut menstimulasi kimiawi otak (neurotransmitter) menekan mood yang murung, meninggikan percaya diri, rasa tampil prima. Erdorphin atau morfin yang diproduksi tubuh membanjir sehabis berolah fisik, meninggikan rasa sejahtera.

Tidur bermasalah bila jiwa murung dan gundah. Berolah fisik meniadakan rasa tak nyaman itu. Rasa cemas, rasa duka, menghambat tidur bisa berkualitas, dan olah fisik menghapuskannya. Kalau dengan berolah fisik metabolisme tubuh lancar, otot menjadi letih, dan jiwa jadi kendur, maka pilihan sehat itu menjadi pil tidur terbaik, selain teraman.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC