Bagaimana Menciptakan Jantung Sehat

Selain otak, organ yang tergolong vital yaitu jantung. Ia identik dengan karburator mesin mobil kita. Apabila roda mobil masih bagus namun karburatornya rusak maka mobil mogok juga. Akan sia-sia saja jika kita membentuk tubuh berotot, memiliki perut yang berotot namun jantung bermasalah. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan jantung. Bagaimana caranya kita bahas di sini.
Gaya hidup orang modern cenderung melawan kodratnya. Sejatinya tubuh kita butuh bergerak setiap saat, bukan hanya duduk (sedentary lifestyle). Oleh karena keliru memilih gaya hidup itulah maka kegemukan kini menjadi wabah di dunia, selain penyakit jantung menduduki peringkat atas.
 

Cardiofriendly
Jantung menjadi sehat apabila tubuh banyak bergerak karena gerakan yang kita hasilkan akan membuat degup jantung meningkat. Jantung akan memompa darah lebih keras oleh karena itu lama-lama otot jantung bertambah tebal. Otot jantung yang lebih tebal akan lebih efisien memompa darah.
Kerja jantung yang efisien mengurangi frekuensi degup jantung. Dengan degup jantung yang lebih sedikit namun curah jantungnya memadai mencukupi kebutuhan darah sekujur tubuh. Para atlet biasanya memiliki jantung yang seperti itu. Makin sedikit hitungan degup per menitnya tanpa keluhan, makin sehat jantungnya.
Biarkan anak lebih sering berlari, bermain yang banyak menggerakkan tubuhnya, selain berolahraga. Dengan begitu, otot jantungnya terbentuk lebih kuat.
Otot jantung yang terbentuk lebih kuat akan terbiasa mengatasi beban kerja fisik dan tekanan darah cenderung meninggi. Pada ketika jantung sudah tak mampu berkompensasi dengan tugas memompa yang lebih kuat akibat beban hipertensi maka jantung akan melemah. Pada ketika itu terjadi gagal jantung (decompensatio cordis). Gagal jantung tidak akan terjadi jika otot jantung sejak awal sudah dibentuk lebih kuat.
 

Bukan sekadar cari keringat
Berolahraga atau bergerak badan tujuannya bukan sekadar cari keringat, melainkan apakah aerobic sudah tercapai. Artinya berapa degup jantung sudah kita raih selama beraktivitas fisik, tak soal apakah sudah berkeringat ataukah belum. Berkeringat saja bukan ukuran. Apabila degup jantung sudah mencapai zona aerobic saja maka aktivitas fisik kita bermanfaat bagi jantung.
Zona aerobic tercapai apabila degup jantung meraih jumlah degup sesuai dengan umur. Kita menghitungnya dengan formula 60-80% dari (220 – umur). Terendah 60 persen sudah tercapai maka kita sudah memasuki zona aerobic. Apabila umur kita 50 tahun, zona aerobic tercapai bila degup jantung sudah teraih 60% dari (220-50) atau 102 degup per menit.
Selain aktivitas fisik, semua yang mengganggu jantung harus dicegah seperti lipid (lemak dalam darah) tidak boleh dibiarkan tinggi, hipertensi dan diabetik. Termasuk infeksi katup jantung (infeksi tenggorokan khusus oleh kuman beta streptococcus haemolyticus), serta kelainan jantung bawaan perlu tercegah. Ibu hamil perlu memastikan bebas dari toxoplasmosis, campak jerman, cytomegalo virus, dan herpes (TORCH) agar janinnya tidak berisiko kelainan jantung.
Organ jantung seperti organ tubuh lain butuh kecukupan nutrisi. Menu harus serba lengkap agar 45 jenis zat gizi yang tubuh butuhkan tercukupi sehingga kerja jantung dapat optimal.
Vitamin dan mineral bagi jantung terutama vitamin B group, selain mineral selenium, kalium, kalsium, magnesium dan mangan, dan Q10. Kacang-kacangan, aneka sayur mayur, serta umbi-umbian, asupan sumber nutrisi alami agar sehat jantung kita.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC