Apakah Anda Berisiko Sudden Death?

Sudden death bisa saja judul film, atau lagu. Tapi yang kita bicarakan soal kematian mendadak yang sering terjadi sekarang ini. Makin banyak dan sering orang sekarang yang mati mendadak. Saat di meja makan, sedang pidato atau sewaktu berhubungan seks. Apa lagi kalau bukan masalah jantung penyebabnya.
KASUS kematian prematur atau meninggal yang belum pada jadwalnya, sebagian besar berkategori meninggal mendadak. Di luar kecelakaan, meninggal mendadak kebanyakan disebabkan oleh masalah jantung. Namun tentu saja, tidak berarti setiap penyakit jantung yang harus berujung meninggal mendadak. Stroke perdarahan juga bisa berujung mati mendadak.


Cardiac arrest
Kejadian yang lazimnya berujung pada kematian mendadak hanya bila jantung mengalami henti berdenyut atau cardiac arrest. Namun tidak semua penyakit atau gangguan jantung akan berakibat jantung langsung berhenti berdegup. Apabila terjadi gangguan listrik jantung, salah satunya.
Kita tahu bahwa jantung berdegup secara tetap berirama berkat listrik jantung. Gangguan pada sistem listrik jantung yang menyebabkan jantung bisa berhenti berdegup atau berdegup tapi iramanya kacau.
Semua gangguan irama jantung, baik yang berasal dari serambi jantung terlebih dari bilik jantung, berisiko untuk kematian mendadak. Kalau ditanyakan siapa yang berisiko mati mendadak adalah orang yang jantungnya sudah mulai atau pernah terganggu. Kita tahu penyakit jantung beragam mulai dari sumbatan koroner, pembengkakan jantung, gangguan katup, infeksi, sampai kelainan bawaan. Orang-orang yang memiliki kondisi atau gangguan jantung seperti itu sebagian besar berisiko sewaktu-waktu bisa mengalami kematian mendadak.
Kita perlu waspada bila memiliki masalah koroner. Mereka yang lemak darahnya tinggi (hyperlipidemia) dan bila ditambah dengan diabetes, hipertensi, merokok, kegemukan, serta gaya hidup kurang gerak (sedentary life style), berpeluang terserang kematian mendadak gara-gara masalah koroner. Bukan langsung disebabkan oleh penyakit jantungnya, melainkan oleh komplikasi yang ditimbulkannya.
Akibat sumbatan koroner, ada bagian otot jantung yang mati, lalu kemampuan jantung untuk memompa di bagian yang ototnya mati menjadi lemah atau berkurang. Begitu juga apabila hipertensi dibiarkan puluhan tahun bikin otot jantung melar meregang, lalu jantung akan membengkak. Pada satu titik saat jantung sudah tak mampu lagi berkompensasi, kematian mendadak pun bisa terjadi.
Khusus keadaan otot jantung menua, yang sudah mengalami proses menua, otot jantung mengalami fibrosis atau berubah sifat, sehingga fungsi memompanya menurun. Apabila daya pompanya di bawah kecukupan, sehingga darah tak memadai untuk kebutuhan seluruh sel tubuh, mati mendadak akan terjadi.
 

Kalau ada keluhan dan gejala ini
Penyakit jantung yang mana pun tentu memunculkan keluhan dan gejala. Gangguan koroner jarang sampai mematikan. Pada gangguan koroner keluhannya nyeri dada yang khas menjalar ke lengan, leher, dan punggung. Namun serangan koroner yang berulang, yang kian luas merusak otot jantung, sehingga pada akhirnya bisa mengalami mati mendadak juga.
Apabila jantung sudah membengkak akibat hipertensi lama, tidak harus selalu mematikan. Namun pembengkakan otot jantung yang menjadikan kemampuan memompanya di bawah separuhnya (ejection fraction 30-35%)) yang bisa berujung kepada kematian mendadak.
Demikian pula bila ada gangguan katup jantung sehingga pemompaan jantung tidak efisien. Akibatnya kerja jantung semakin berat, lama-lama jantung membengkak juga. Kelainan jantung bawaan yang tidak dikoreksi berakibat akan sama pada otot jantung.
Keluhan jantung bengkak bukan nyeri dada melainkan sesak napas dan berdebar cepat sekali. Bisa hanya sekadar berdebat (palpitation), bisa sampai hanya gemeletar (fibrilation) dan paling berat hanya getar belaka (flutter). Ujungnya mati mendadak juga.
Kita perlu waspada juga apabila sering jatuh pingsan tanpa sebab jelas, tensi darah tiba-tiba turun, dan lekas lelah, sejatinya itu semua menjadi petunjuk kalau fungsi jantung sudah tidak mampu menjalankan tugas memompanya dengan penuh.
Orang dengan bakat dan berisiko stroke bisa mati mendadak apabila jenis strokenya tergolong stroke perdarahan. Stroke disebabkan pecahnya salah satu pembuluh darah otak,sehingga darah tumpah membanjiri otak, lalu koma saat serangan kelumpuhan mematikan itu terjadi.
Itu maka perlunya kita mendengarkan suara keluhan tubuh itu, lalu melakukan koreksi, mengendalikan semua faktor risiko.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC